SMK Negeri 4 Pekalongan turut berperan dalam pelaksanaan Program SMA MANTAP (Akademik, Terampil, Produktif) melalui kerja sama dengan SMA Negeri 3 Pekalongan. Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan pendidikan SMA di Jawa Tengah dengan mengintegrasikan kemampuan akademik, keterampilan vokasional, dan kewirausahaan.
Melalui Program SMA MANTAP, murid tidak hanya dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, tetapi juga dibekali dengan keterampilan yang dapat mendukung kesiapan untuk bekerja, berwirausaha, serta hidup mandiri. Pelaksanaan program dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler dengan keterampilan yang disesuaikan dengan potensi sekolah, kebutuhan masyarakat, dan dunia kerja.
Dalam kerja sama ini, SMK Negeri 4 Pekalongan dipercaya untuk mendukung pelaksanaan Program SMA MANTAP pada klaster teknik pengelasan. Sebanyak enam murid SMA Negeri 3 Pekalongan mengikuti program tersebut, yaitu Miftakhul Izza, Oka Arya Dwi, Rahmat Ramadhani, M. Daffa Akmal, Rade Pramana, dan Nafi Rifan. Keenam peserta tersebut merupakan murid kelas XI.
Program SMA MANTAP klaster teknik pengelasan dilaksanakan selama enam bulan, terhitung mulai 2 September 2026 hingga 24 Februari 2027. Selama mengikuti program, para peserta akan mendapatkan pembekalan dan pengalaman praktik yang berkaitan dengan dasar-dasar teknik pengelasan serta keterampilan pendukung lainnya.
Materi yang dapat dikembangkan dalam program ini meliputi pengenalan K3 dan keselamatan kerja di bengkel, penggunaan alat ukur teknik, penggunaan perkakas tangan dan gerinda, serta teknik pemotongan besi dan pipa hollow. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan teknik SMAW, mulai dari las titik, las jalur, hingga pembuatan sambungan fillet.
Tidak berhenti pada keterampilan teknis, Program SMA MANTAP juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal proses pembuatan produk sederhana. Berbagai produk dapat dikembangkan melalui keterampilan pengelasan, seperti rak, meja, kursi, pagar, tempat pot, maupun berbagai bentuk rangka sesuai kebutuhan.
Aspek kewirausahaan turut menjadi bagian penting dalam program ini. Peserta diperkenalkan pada proses menghitung kebutuhan bahan, menentukan biaya produksi, menetapkan harga jual, hingga mengenal pemasaran produk. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh tidak hanya berorientasi pada kemampuan praktik, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bekal untuk menciptakan peluang usaha.
Kolaborasi antara SMA Negeri 3 Pekalongan dan SMK Negeri 4 Pekalongan melalui Program SMA MANTAP menjadi salah satu bentuk sinergi antarsatuan pendidikan dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada murid. Lingkungan dan fasilitas pembelajaran di SMK dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan keterampilan vokasional secara lebih dekat dan aplikatif.
Melalui pelaksanaan program selama enam bulan ini, diharapkan keenam murid peserta dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan baru di bidang teknik pengelasan, sekaligus menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, keselamatan kerja, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan.
SMK Negeri 4 Pekalongan menyambut baik kerja sama dalam Program SMA MANTAP ini sebagai bagian dari kontribusi sekolah dalam mendukung pengembangan keterampilan generasi muda. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi peserta serta menjadi pengalaman yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.